Rambut Kemaluan Tak Boleh Dicukur?

Ada banyak teori yang mengatakan apa sesungguhnya fungsi rambut kemaluan pada manusia. Salah satunya, untuk merangsang pasangan secara seksual melalui feromon. Cara kerja feromon ini memang tidak jelas karena tidak dapat dirasakan dengan sadar. Teori lainnya mengatakan, rambut kemaluan dipercaya dapat menghangatkan alat kelamin, mencegah kotoran masuk ke dalam vagina (bagi perempuan), melindungi kulit terhadap gesekan tubuh, juga memberikan perlindungan iritasi saat berhubungan seksual.

Karena fungsinya untuk melindungi kulit, ada yang menganjurkan agar kita tidak mencabut atau mencukur rambut kemaluan. Salah satu penyebabnya adalah karena bisa menimbulkan lubang kecil (luka iritasi) pada kulit. Lubang atau luka kecil ini akan menjadi pintu masuk kuman atau jamur. Terutama pada perempuan dengan kondisi vagina yang mudah sekali lembab. Kondisi ini pula yang nantinya bisa menyebabkan infeksi di kulit daerah intim Anda.

Tak sedikit juga yang percaya bahwa semakin sering mencukur rambut kemaluan, maka pubic hair akan tumbuh lebih cepat, lebih tebal, dan warnanya menjadi lebih gelap. Padahal mitos ini keliru. Pasalnya, mencukur pubic hair tidak memengaruhi pertumbuhan rambut. Yang berbeda hanya kondisi bentuk ujung rambutnya saja karena ujungnya yang lebih tipis tadi sudah dicukur. Faktanya, rambut kemaluan yang tumbuh kembali akan kembali tumbuh persis seperti keadaan sebelumnya.

Mitos lain menyebutkan mencukur rambut kemaluan, membuat area vagina gatal dan benjol. Padahal, bercukur justru membantu kulit terlihat dan terasa halus dengan menghapus lapisan atas sel-sel kulit mati.

Jangan menelan mentah-mentah pula mitos yang mengatakan mencukur pubic hair akan membuatnya tumbuh ke dalam dan menimbulkan semacam bintil merah mirip jerawat. Kalaupun ini terjadi, biasanya diakibatkan cara mencukur yang salah. Hindari dengan menempelkan handuk hangat pada vagina sebelum bercukur dan gunakan loofah setelah bercukur. (Ester S)

Suka atau tidak suka , kehidupan seks berubah secara dinamis dari waktu ke waktu . Penuaan melahirkan, ketidakseimbangan hormon, dan sering seks. faktor utama penyebab fungsi vagina menurun seperti elastisitas menurun, sensitivitas menurun, kelemahan kontraksi, dan kekeringan vagina selain efek samping dari obat tertentu, penyakit dan gaya hidup yang tidak sehat seperti minum alkohol berat dan perokok.   Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki atau membalikkan sampai fungsi dan organ dalam tubuh tidak lagi mengorbankan intervensi untuk merevitalisasi itu baik yang disebabkan oleh penyakit atau terlalu tua.
Salah satunya Botani yang terbaik adalah Apel Manjakani tidak hanya kaya tanin, tetapi juga beberapa phytoestrogen yang dapat membantu meremajakan baik dinding vagina dan mengencangkan otot vagina = manfaatnya tidak hanya memberikan sensasi terbaik dari hubungan seksual karena kontraksi yang lebih baik dan cengkeraman otot vagina lebih kuat dan lebih menyedot, tetapi juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan, Dan ini tentu tidak dapat diperoleh dari setiap operasi vagina. serta beberapa ekstrak metanol yang bermanfaat untuk mengatasi gatal-gatal dan keputihan atau bau yang kurang menyenangkan karena infeksi bakteri, menstabilkan kadar pH, mengurangi berlebihan cairan vagina, meningkatkan kadar estrogen, meningkatkan kinerja seksual dan fisik, menjaga kesehatan rahim pasca melahirkan dan menstruasi, meningkatkan gerakan usus dan pencernaan, mengurangi dan mencegah risiko leher rahim dan kanker payudara, menghilangkan mulas dan sembelit, serta anti-jamur dan anti bacterial. Semua khasiat ini terdapat pada Neo V+
Neo V+® dapat dipergunakan oleh semua Wanita untuk merawat organ intim, sebagai pembersih bagian dalam vagina, Terutama ibu-ibu muda pasca melahirkan dan keseimbangan Ekosistem vaginapun nyaman….Alami Plus! (od)

Referensi :