"Junk Sex" Tak Ubahnya Seperti "Junk Food"

Seks tanpa intimasi seperti junk food, enak tapi tak menyehatkan.
Dalam tulisannya di Psychology Today, Aaron Ben-Zeev, PhD, mengeksplorasi istilah “'junk sex". Kata ini muncul ketika ia melihat ada seks yang dilakukan tanpa ada kedekatan secara emosional atau intimasi. Sementara intimasi, kata dia adalah nilai tambah atau semacam nutrisi dari hubungan seks. Dia melihat hubungan seks tanpa nutrisi ini sebagai junk sex, yang berkesan liar, penuh hasrat dan pada akhirnya bikin candu seperti halnya makanan junk food.

Tanpa alasan khusus banyak orang yang kecanduan dengan junk food walaupun sudah tahu nilai tambahnya tidak ada, bahkan sebenarnya tidak baik untuk kesehatan, tapi tidak ada yang bisa menolaknya. Begitu juga perumpamaannya dengan junk sex. Melakukannya sekali tidak mempengaruhi hidup begitu besar, akan tetapi sekali dicoba bisa bikin ketagihan dan itu tak bisa dibendung.

Kuncinya kemudian adalah, apakah Anda tipikal orang yang menginginkan dan benar-benar menikmati hubungan seperti ini?

"Junk sex itu ketika usai berhubungan ada rasa bersalah dan tidak nyaman, atau merasa "apa seputus asa itukah?," ujar psikolog Belisa Vranich.

Seperti halnya usai makan junk food, di akhir Anda lalu bergumam, harusnya Anda tidak memakannya. Sayangnya, baik junk food ataupun junk sex, meski disesali tetap saja kemudian terjadi lagi.
Pada junk food yang salah bukan pada persiapan atau bagaimana menikmatinya tapi yang menjadi persoalan adalah makanan itu sendiri. Sementara hal yang serupa berlaku di junk sex. Tidak masalah dengan bagaimana Anda melakukan atau menikmatinya tetapi seks itu sendiri sebenarnya tidaklah sehat.
"Bukankah yang terpenting saat berhubungan adalah perasaan apa yang timbul setelah melakukannya, nah coba pikir lagi," ujar dia menambahkan.

Hubungan seks yang menyehatkan akan mempertimbangkan dengan siapa Anda melakukannya. Apakah turut melibatkan kedekatan emosional dan rasa intimasi atau tidak.

Ben-Zeev melihat hubungan seks yang menyehatkan ada baiknya disertai dengan perasaan intim. Jika hubungan seks dilakukan tanpa rasa, tidak ubahnya seperti sedang menikmati junk food. Enak tapi tak menyehatkan.

Kualitas adalah segalanya begitu juga dalam hubungan seks.
Rawatlah miss v dengan Manjakani agar Ph miss V tetap stabil.
* miss v terlalu basah (becek) tentu mengurangi kualitas seks.
* miss v terlalu kering malah bencana bagi wanita saat penetrasi.



Neo V® untuk Keseimbangan Ekosistem Vagina
Salah satu cara menjaga pertahanan alami vagina adalah dengan menyeimbangkan mikroflora vagina, yakni dengan memelihara populasi Lactobacillus. Bakteri probiotik inilah yang menghasilkan asam laktat dan menjaga pH alami vagina, sehingga jamur maupun bakteri patogen tidak bisa berkembang biak. Ia juga secara langsung berkompetisi dengan jamur/bakteri patogen.

Neo V® mengandung Manjakani kaya akan tannin, vitamin A dan C, kalsium, protein untuk menjaga keseimbangan pH miss V, serta mengandung elemen astringent untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan, menambah kerapatan(virginitas), Kombinasi Loranthus berfungsi Mencegah Tumor, Mioma, Kista, Kanker Servix / Payudara.

Neo V® dapat dipergunakan oleh semua Wanita untuk merawat organ intim, sebagai pembersih bagian dalam vagina, Terutama ibu-ibu muda pasca melahirkan dan keseimbangan Ekosistem vaginapun nyaman….Alami Plus! (od)

Referensi : Merawat Miss V
                 Seks penyebab terjadinya Selingkuh, Benarkah?