Seks Penyebab Terjadinya Selingkuh, Benarkah ?

Tentu Anda sudah sering mendengar tentang berbagai kasus perselingkuhan yang banyak terjadi dalam hubungan pacaran maupun kehidupan rumah tangga. 

Kasus-kasus perselingkuhan nyatanya tidak hanya terjadi pada kalangan-kalangan tertentu saja. Pejabat, selebritis, bahkan orang biasa pun bisa mengalami masalah yang satu ini.


Terjadinya kasus perselingkuhan juga berpotensi memberikan imbas negatif di berbagai hal. Misalnya, terjadinya perselingkuhan bisa mengakibatkan perceraian antara istri dan suami, putusnya hubungan antara ayah dan anak, mempengaruhi prestasi dan kinerja, serta masih banyak hal-hal buruk lain yang mungkin saja terjadi.

Perselingkuhan bisa terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari kurangnya komunikasi dalam sebuah hubungan, ketidakcocokan, ketidakpercayaan, cemburu yang berlebihan, dan bahkan masalah seksual. Untuk poin yang terakhir, yaitu masalah seksual menjadi topik yang paling menarik untuk diulas lebih jauh.

Bagaimana jika seks menjadi latar belakang terjadinya perselingkuhan? Mungkinkah seks sebagai alasan selingkuh bisa diterima dan dimaklumi? Seks menjadi latar belakang perselingkuhan tentu bisa saja terjadi. Bahkan, kasus semacam ini sudah sangat banyak terjadi. Umumnya, perselingkuhan atas dasar alasan seksual ini banyak terjadi pada kaum pria. 

Menurut Departement Psikologi di Texas A & M University, pria memang jauh lebih rentan melakukan perselingkuhan daripada perempuan. Alasannya, karena pria memiliki dorongan atau hasrat seksual yang lebih kuat dan bukan semata-mata karena ia tidak bisa menahan diri.

Hasrat seksual yang lebih besar dan kuat memang secara alami dimiliki oleh pria. Selain itu, pria juga punya kecenderungan untuk lebih cepat bosan dan tertarik dengan hal-hal baru.
Hal-hal inilah yang kemudian memungkinkan pria untuk mudah tertarik pada perempuan lain dan lebih sering menginginkan hubungan seks. Sayangnya, hasrat seks yang besar tersebut belum tentu seimbang dengan kondisi pasangan.

Perempuan memang mudah mengalami perubahan hormon, termasuk hormon yang hubungannya dengan urusan seksual. Itulah alasannya mengapa perempuan tidak selalu bisa dan mau melayani pasangannya untuk melakukan hubungan seks.

Nah, ketika mendapat penolakan dari perempuan, pria cenderung akan mencari alternatif lain demi memuaskan hasratnya. Akhirnya, selingkuh dianggap menjadi solusi untuk menuntaskan hasrat seks yang sudah bergelora. 

Perselingkuhan yang dilakukan seorang pria bisa jadi melibatkan perasaan, namun kebanyakan justru hanya mengacu pada urusan seksual. Jika faktor utamanya adalah seks, maka tidak menutup kemungkinan bahwa pria akan lebih memilih untuk membayar jasa pekerja seks komersial.

Tentunya, kebiasaan menggunakan jasa seks komersial sangatlah tidak dianjurkan. Selain bisa berdampak pada keuangan, hal ini juga rentan dengan kemungkinan tertular penyakit-penyakit seksual seperti herpes, raja singa, sipilis, dan bahkan HIV. 

Parahnya, jika sudah tertular penyakit seksual semacam ini, pria bisa saja lanjut menularkannya kepada pasangan resminya yang ada di rumah.

Pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah tentang bisa atau tidaknya alasan selingkuh karena seks untuk diterima. Kaum pria mungkin akan memaklumi hal semacam ini, namun lain halnya dengan perempuan.

Sebagai makhluk yang cenderung sensitif dengan perasaan yang lembut, perempuan tentu tidak akan mudah menerima hal semacam ini. Pasalnya, kebanyakan perempuan menganggap bahwa hubungan seks memiliki nilai yang suci sehingga tidak boleh dilakukan sembarangan. 

Perempuan pastinya juga akan merasa sakit hati ketika mengetahui pasangannya mencari kenikmatan pada perempuan lain. Hampir semua perempuan pastinya berharap agar para pria lebih bisa menahan diri dan hasrat seksualnya demi menjaga kelangsungan hubungan yang sudah terjalin.

Bagaimanapun juga, seks tidak dibenarkan menjadi alasan untuk selingkuh. Yang benar, pasangan resmi harus bisa menjadi jalan keluar hasrat seks masing-masing. Setia kepada pasangannya untuk urusan seks.

Jadi, perempuan sebenarnya juga dituntut untuk selalu bisa membenahi diri (merawat miss V) Suka atau tidak suka , kehidupan seks berubah secara dinamis dari waktu ke waktu . Penuaan , melahirkan , peristiwa ketidakseimbangan hormon , dan sering seks , faktor utama penyebab fungsi vagina menurun dan pertunjukan seperti elastisitas menurun, sensitivitas menurun , kelemahan kontraksi , dan kekeringan vagina selain efek samping dari obat tertentu , penyakit , dan gaya hidup yang tidak sehat seperti minum alkohol berat dan perokok .
Kualitas adalah segalanya begitu juga dalam hubungan seks.
"Jika dirumah sudah tersedia masakan yang enak,  Jajan diluar dapat diminimalisir"

Neo V+® mengandung ekstrak Apel ManjakaniApel Manjakani tidak hanya kaya tanin, tetapi juga beberapa phytoestrogen yang dapat membantu meremajakan baik dinding vagina dan mengencangkan otot vagina = manfaatnya tidak hanya memberikan sensasi terbaik dari hubungan seksual karena kontraksi yang lebih baik dan cengkeraman otot vagina lebih kuat dan lebih menyedot, tetapi juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan, Dan ini tentu tidak dapat diperoleh dari setiap operasi vagina. serta beberapa ekstrak metanol yang bermanfaat untuk mengatasi gatal-gatal dan keputihan atau bau yang kurang menyenangkan karena infeksi bakteri, menstabilkan kadar pH, mengurangi berlebihan cairan vagina, meningkatkan kadar estrogen, meningkatkan kinerja seksual dan fisik, menjaga kesehatan rahim pasca melahirkan dan menstruasi, meningkatkan gerakan usus dan pencernaan, mengurangi dan mencegah risiko leher rahim dan kanker payudara, menghilangkan mulas dan sembelit, serta anti-jamur dan anti bacterial. 
Semua khasiat ini terdapat pada Neo V+, Beri suami kejutan serasa dimalam pertama, Mau?

Neo V+® dapat dipergunakan oleh semua Wanita untuk merawat organ intim, sebagai pembersih bagian dalam vagina, Terutama ibu-ibu muda pasca melahirkan dan keseimbangan Ekosistem vaginapun nyaman….Alami Plus! (od)

Referensi : Pahami Kesehatan Miss V

dikutip dari berbagai sumber.