Rumah Tangga Mulai Membosankan ?

Pernikahan yang sudah berlangsung lama berisiko menjadi hambar ketika menginjak usia 8–9 tahun.

“Penyebabnya karena hidup yang terasa monoton, masing-masing sibuk bekerja, atau tidak adanya komunikasi. Kehadiran anak juga bisa memengaruhi (hubungan) hingga tidak seromantis pada awal pernikahan,” tutur Dian Permatasari, M Psi, psikolog dari RS Meilia, Cibubur.

Ia menuturkan, ada beberapa penyebab yang berisiko membuat hubungan mulai membosankan.

* Usia menikah
Diakui atau tidak, usia menikah pun memengaruhi pola hubungan suami-istri. “Saat menikah dalam usia terlalu muda, bisa jadi orang tersebut belum memiliki kematangan secara pola berpikir,” ujarnya. Ini akan memegang peranan penting pada cara penyelesaian masalah kedua belah pihak. Jadi, kehambaran sebenarnya bisa dicegah sejak tahap perencanaan pernikahan.

* Terlalu tergantung
Penting pula dipahami bahwa pernikahan sebaiknya tak terlalu menciptakan ketergantungan yang tinggi. “Misalnya, yang perempuan tidak bekerja, sementara calon suami punya jabatan tinggi. Jika memang pasangan meminta demikian, tak masalah. Akan tetapi, jangan jadikan ini sebagai motif saat menikah.”

Jangan pula sampai tak berani atau tak terbiasa pergi sendiri tanpa didampingi suami. Anda perlu tetap mandiri meski sudah menikah. Pasalnya, jika terbiasa berdua-duaan ke mana pun, riskan juga membuat Anda atau Si Dia bosan kan?

* Hubungan ranjang
Faktor seksual juga penting loh dalam rumah tangga. “Munculkan selalu chemistry atau letupan cinta karena pernikahan itu untuk selamanya,” terang Dian. Jangan juga hanya melihat kekurangan pasangan. Hargai kelebihannya.

* Peran tunggal
Membagi peran dengan adil pun bisa mencegah timbulnya konflik. Saat urusan rumah tangga semua diserahkan kepada istri, sementara perihal keuangan diserahkan kepada suami, misalnya, bisa saja salah satu pihak merasa tak adil. Berbagi tugas tak hanya bisa mengurangi beban salah satu pihak saja. Kekompakan dan kebersamaan pun akan lebih terpelihara.

(Tabloid Nova/Noverita K. Waldan)
sumber : Tabloid Nova 

Kualitas adalah segalanya begitu juga dalam hubungan Seks

Suka atau tidak suka , kehidupan seks berubah secara dinamis dari waktu ke waktu . Penuaan , melahirkan , peristiwa ketidakseimbangan hormon , dan sering seks , yang paling faktor penyebab fungsi vagina menurun dan pertunjukan seperti elastisitas menurun, sensitivitas menurun , kelemahan kontraksi , dan kekeringan vagina selain efek samping dari obat tertentu , penyakit , dan gaya hidup yang tidak sehat seperti minum alkohol berat dan perokok .
Meskipun itu sifat manusia Namun , ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki atau membalikkan sampai fungsi dan organ dalam tubuh tidak lagi mengorbankan intervensi untuk merevitalisasi itu baik yang disebabkan oleh penyakit atau terlalu tua (lebih dari 70) 

Neo V+® mengandung ekstrak Apel Manjakani tidak hanya kaya tanin, tetapi juga beberapa phytoestrogen yang dapat membantu meremajakan baik dinding vagina dan mengencangkan otot vagina = manfaatnya tidak hanya memberikan sensasi terbaik dari hubungan seksual karena kontraksi yang lebih baik dan cengkeraman otot vagina lebih kuat dan lebih menyedot, tetapi juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan, Dan ini tentu tidak dapat diperoleh dari setiap operasi vagina. serta beberapa ekstrak metanol yang bermanfaat untuk mengatasi gatal-gatal dan keputihan atau bau yang kurang menyenangkan karena infeksi bakteri, menstabilkan kadar pH, mengurangi berlebihan cairan vagina, meningkatkan kadar estrogen, meningkatkan kinerja seksual dan fisik, menjaga kesehatan rahim pasca melahirkan dan menstruasi, meningkatkan gerakan usus dan pencernaan, mengurangi dan mencegah risiko leher rahim dan kanker payudara, menghilangkan mulas dan sembelit, serta anti-jamur dan anti bacterial. Semua khasiat ini terdapat pada Neo V+

Referensi : Perempuan terobsesi pada kesempurnaan.