Puasa Kian Syahdu dengan Hati yang Memaafkan ...

Memaafkan tidak semudah mengucapkannya, terkadang mulut telah menuturkan kata “maaf”, tapi di hati masih tersimpan rasa kesal dan jengkel berkepanjangan, yang kemudian terbentuk menjadi dendam.

Di bulan suci ini, ikhlaskanlah hati untuk memaafkan dan melupakan segala kesalahan dan keburukan yang terjadi dalam hidup Anda, baik yang disebabkan oleh orang lain ataupun diri sendiri. Seperti disarikan Psychology Today, berikut beberapa panduan memaafkan yang tepat:

Intropeksi diri
Mereka yang selalu merasa diri benar adalah orang-orang yang merugi. Bagi mereka,. segala petaka dan keburukan dalam hidup bukan salah mereka, tapi orang lain.Dengan demikian, mereka tak pernah intropeksi diri, apalagi belajar memaafkan. Bisa dibayangkan betapa keruhnya ruang hati mereka.
Memaafkan masa lalu, merencanakan masa depan, dan menikmati masa sekarang adalah formula mujarab dalam menjalani kehidupan yang bebas stres. Maka dari itu, lain waktu Anda terbentur dengan konflik, jangan langsung menyalahkan orang lain. Sebaliknya, berikan ruang dan waktu untuk kontemplasi diri, berikan keleluasan pada alam berpikir untuk memaafkan kesalahan tersebut, dan mengikhlaskan perbuatan buruk orang lain pada Anda.

Tulis rasa kesal dalam catatan
Pernah mendengar ungkapan yang mengatakan, saat berbahagia, berbagilah, saat bersedih, simpan dalam hati.Agar ibadah puasa Anda sempurna, saat merasa kesal dan jengkel terhadap seseorang, tuliskan saja dalam catatan pribadi, janganlah diumbar-umbar.
Sekarang ini, tak sedikit orang yang gemar menuangkan kekesalan pada media sosial, padahal cara ini terbilang memalukan dan tidak berpendidikan. Sebaiknya, hindarilah hal yang demikian, terutama di bulan Ramadhan. Sebab, ini tak hanya membuat Anda terlihat bodoh, tapi juga membuat orang lain menilai Anda sebagai sosok yang tidak stabil secara emosional.

Dendam menghancurkan masa depanSalah satu manfaat memaafkan adalah melapangkan hati serta pikiran. Sebab, ketika Anda menyimpan dendam terhadap seseorang, Anda jadi lebih sibuk menyusun strategi untuk menjatuhkan mereka, dibandingkan merencanakan masa depan diri sendiri.
Ingat, menjadi sukses adalah cara membalas dendam paling efektif dan cerdas. Tingkatkanlah kemampuan dan pengetahuan Anda. Biarkan mereka terkejut dengan pencapaian dan kesuksesan yang berhasil Anda raih.

Maafkan dan lupakan
Manusia adalah tempatnya salah, Anda, mereka, dan semua orang memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Jadi, jangan mengharapkan kesempurnaan dari siapapun, karena Anda akan kecewa.
Saat merasa dikecewakan atau disepelekan, besarkanlah hati untuk memaafkan dan melupakan. Jika, kesalahan tersebut memerlukan waktu untuk dilupakan, lakukanlah. Intinya, tumbuhkan niat untuk selalu memberi maaf pada diri sendiri dan orang lain, meskipun terasa sulit, jangan menyerah. Setelah bisa memaafkan, pastikan agar hal tersebut tak lagi Anda ungkit di waktu mendatang.
Sumber : Psychology Today
Marhaban ya Ramadhan