Apakah Cairan Pra-Ejakulasi Juga Bikin Hamil?

Anda mungkin pernah bertanya-tanya soal ini, bisakah seorang wanita hamil akibat cairan pra-ejakulasi? Untuk menjawabnya, ketahui dulu apa itu cairan pra-ejakulasi dan manfaatnya.

Pra-ejakulasi, juga disebut sebagai cairan pra-ejakulasi atau cairan preseminal adalah cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar cowper, dua kelenjar kecil yang berada di sepanjang saluran reproduksi/kemih laki-laki.

Cairan ini bening dan biasanya terlihat di ujung penis ketika ereksi, meski tak semua laki-laki mengalaminya.

Cairan praseminal berfungsi untuk membantu menetralkan lingkungan asam dari uretra dan juga membantu melindungi sperma yang akan keluar.

Cairan pra-mani tidak mengandung satupun sperma, yang artinya cairan ini tidak bisa membuahi sel telur.

Bagaimanapun, jika sperma "tertinggal" dalam uretra dari ejakulasi sebelumnya, ini bisa masuk dalam cairan tersebut. Sisa sperma masuk kembali ke ujung penis ketika gairah sedang tinggi yang mungkin membuat sejumlah sperma ikut terangkut ke dalam cairan ini dan masuk ke tubuh pasangan seksual.

Dalam kondisi tersebut, cairan pra-mani dan hubungan seksual tanpa kondom atau alat kontrasepsi bisa menyebabkan kehamilan.

Sekali sperma dalam cairan pra-ejakulasi masuk ke dalam vagina, ia dapat membuahi sel telur, bahkan jika pria menariknya keluar sebelum ejakulasi.

"Peluang hamil dari cairan praejakulasi jauh lebih kecil dari peluang hamil karena cairan semen, tetapi kemungkinannnya masih ada," kata Planned Parenthood.

Sebuah studi tahun 2011 menemukan, sampel pra-ejakulasi bisa mengandung sperma motil. Dari 27 laki-laki yang jadi partisipan studi, 11 orang memproduksi cairan preseminal dengan mani.

Dalam 10 kasus tersebut, kebanyakan sperma tersebut adalah sperma motil. Oleh karenanya, ini mengapa kontrasepsi harus terus digunakan jika ingin mencegah kehamilan.

Jadi, apakah Anda bisa hamil akibat cairan pra-ejakulasi? Ya, tapi sangat jarang. (Gibran Linggau)

manjakani


Pembersih vagina berupa antiseptik (iodine povidon, sirih, dll) hanya dapat digunakan dalam keadaan tertentu, yaitu apabila terjadi gatal atau infeksi. Namun tidak untuk menjaga kesehatan vagina sehari-hari. Hal ini karena antiseptik tidak hanya membunuh bakteri dan jamur patogen, tapi juga membunuh Lactobacillus (bakteri baik). Beberapa wanita menganggap, rasa kesat yang timbul karena penggunaan cairan antiseptik membuat vagina terasa bersih dan tidak berbau. Memang demikian, namun rasa kesat adalah tanda bahwa pH vagina naik, yang justru membuat vagina rentan terhadap infeksi. Alaminya, vagina memang tidak kesat dan aromanya khas. Biarkanlah seperti itu; jangan berusaha mengubahnya.

Salah satu cara menjaga pertahanan alami vagina adalah dengan menyeimbangkan mikroflora vagina, yakni dengan memelihara populasi Lactobacillus. Bakteri probiotik inilah yang menghasilkan asam laktat dan menjaga pH alami vagina, sehingga jamur maupun bakteri patogen tidak bisa berkembang biak. Ia juga secara langsung berkompetisi dengan jamur/bakteri patogen.

Neo V® mengandung Manjakani kaya akan tannin, vitamin A dan C, kalsium, protein untuk menjaga keseimbangan pH miss V, serta mengandung elemen astringent untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan, menambah kerapatan(virginitas), Kombinasi Loranthus berfungsi Mencegah Tumor, Mioma, Kista, Kanker Servix / Payudara.

Neo V® dapat dipergunakan oleh semua Wanita untuk merawat organ intim, sebagai pembersih bagian dalam vagina, Terutama ibu-ibu muda pasca melahirkan dan keseimbangan Ekosistem vaginapun nyaman….Alami Plus! (od)