Kiat Bicara Seks pada Suami

Meskipun informasi mengenai seks sudah tersedia pada banyak media,  bukan berarti isu ini sudah tak lagi dianggap tabu oleh sebagian orang. Apalagi jika membicarakan seputaran gaya bercinta, bila diutarakan dengan gaya bicara yang spontan, sudah pasti lawan bicara Anda akan diam seribu bahasa.

Menurut Joseph Grenny, penulis buku Crucial Conversation mengungkapkan bahwa pasangan yang terbuka membicarakan soal hubungan seks, umumnya mereka lebih berbahagia dan menikmati momen bercinta. Alhasil, hubungan pun jadi langgeng dibandingkan mereka yang menolak membahas seks.
Kenapa demikian? Banyak alasan yang menjadi faktor penentunya. Dalam menjalin suatu hubungan, komunikasi mengenai seks antarpasangan menjadi penentu kadar dan kualitas dari komitmen yang dijalani. Kuncinya ada pada apakah bisa saling sama terbuka dan mau menjalaninya bersama.

Jikalau Anda tidak punya ide mengenai topik seks, berikut beberapa referensi yang bisa dipertimbangkan :

Mencoba gaya bercinta baru
Setelah membaca novel Fifty Shades of Grey, apa yang terbayang di benak Anda? Ada banyak gaya bercinta yang terurai pada sebagian besar halaman novel. Nah, hal ini bisa Anda jadikan bahan obrolan dengan suami. Apakah melakukan hubungan dengan alat seks itu aman atau tidak? Apakah dia ingin bereksperimen menggunakan ‘pihak’ ketiga?  Mungkin berawal dari sini, siapa tahu suami jadi lebih terbuka mengenai fantasi bercintanya pada Anda.

Posisi seks yang eksperimental
Baiklah Anda dan suami terbiasa bercinta dengan posisi klasik misionaris, tentu kemungkinan bosan dengan gaya yang itu-itu saja besar sekali. Nah, coba ajak suami untuk lebih ‘kreatif’ dalam mengeksplorasi diri Anda. Panduan dari buku bisa dijadikan rekomendasi baginya, lain waktu Anda ke toko buku, carilah buku berjudul Hot Sex! Over 200 Things You Can Try Tonight.
Jangan takut menghadirkan variasi pada waktu bercinta, lewat buku tersebut, tak hanya 1 atau 2 gaya yang bisa Anda aplikasikan, tapi 200!

Lebih terbuka soal ‘kendala’ dan ‘ancaman’
Pria mana yang mau secara jujur mengakui soal ‘kelemahannya’. Maka dari itu, bila Anda merasakan bahwa suami mengalami ‘kendala’ saat bercinta. Coba ajak dirinya untuk membicarakan persoalan tersebut, melakukan hal ini ada strateginya, jangan langsung main tuduh. Bahaslah mengenai hal lain yang bersinggungan dengan topik utama tersebut, setelah melihat dia telah rileks, baru Anda pelan-pelan menanyakan hal yang ingin Anda tanyakan.
Bisa jadi si dia akan tersinggung dan memilih diam, bersabarlah, bujuk suami untuk lebih terbuka dan nyaman. Katakan padanya bahwa ia tidak sendiri, dan Anda akan selalu mendampinginya, asalkan suami bersedia ingin mencari solusi dari ‘gangguan’ yang Anda berdua rasakan.

Navigasi ‘titik-titik’ rangsangan
Suami Anda bukan cenayang yang tahu di mana ‘titik’ gairah pada tubuh Anda. Ini menjadi penting, karena kenikmatan mutual tergantung pada kelihaian suami dalam ‘mengolah’ G-spot Anda tersebut. Hal yang sama juga berlaku pada Anda pada suami, intinya tidak boleh suami.

Pengaturan waktu bercinta
Ada yang mengatakan kalau seks lebih nikmat, jika dilakukan dengan spontan. Tetapi, ternyata seks yang direncanakan pun juga menyenangkan. Merencanakan waktu bercinta diperlukan bagi pasangan yang super sibuk, atau tengah program memiliki momongan. Apabila suami tipikal yang menyukai bercinta di pagi, sementara Anda di malam hari, maka diskuksikanlah untuk menemukan jalan tengah. Bisa dengan pengaturan, dalam satu minggu, dua hari dilakukan saat pagi, kemudian sisanya di waktu malam. Hal yang demikian tidak salah dilakukan.

Rawatlah organ intim Anda.

Kualitas adalah segalanya begitu juga dalam hubungan seks.
* miss v terlalu basah (becek) tentu mengurangi kualitas seks.
* miss v terlalu kering malah bencana bagi wanita saat penetrasi.
Salah satu cara menjaga pertahanan alami vagina adalah dengan menyeimbangkan mikroflora vagina, yakni dengan memelihara populasi Lactobacillus. Bakteri probiotik inilah yang menghasilkan asam laktat dan menjaga pH alami vagina, sehingga jamur maupun bakteri patogen tidak bisa berkembang biak. Ia juga secara langsung berkompetisi dengan jamur/bakteri patogen.
Neo V+ bukan manjakani biasa
Neo V® mengandung ekstrak Apel Manjakani tidak hanya kaya tanin, tetapi juga beberapa phytoestrogen yang dapat membantu meremajakan baik dinding vagina dan mengencangkan otot vagina = manfaatnya tidak hanya memberikan sensasi terbaik dari hubungan seksual karena kontraksi yang lebih baik dan cengkeraman otot vagina lebih kuat dan lebih menyedot, tetapi juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan, Dan ini tentu tidak dapat diperoleh dari setiap operasi vagina. serta beberapa ekstrak metanol yang bermanfaat untuk mengatasi gatal-gatal dan keputihan atau bau yang kurang menyenangkan karena infeksi bakteri, menstabilkan kadar pH, mengurangi berlebihan cairan vagina, meningkatkan kadar estrogen, meningkatkan kinerja seksual dan fisik, menjaga kesehatan rahim pasca melahirkan dan menstruasi, meningkatkan gerakan usus dan pencernaan, mengurangi dan mencegah risiko leher rahim dan kanker payudara, menghilangkan mulas dan sembelit, serta anti-jamur dan anti bacterial. Semua khasiat ini terdapat pada Neo V+
Neo V® dapat dipergunakan oleh semua Wanita untuk merawat organ intim, sebagai pembersih bagian dalam vagina, Terutama ibu-ibu muda pasca melahirkan dan keseimbangan Ekosistem vaginapun nyaman….Alami Plus! serasa malam pertama terulang kembali (od)